adalah tiang-tiang kokoh
lambang yang berdiri tegak
tanpa kamuflase
dia tempat bersembunyi dan berlari
sebuah jeritan hati
yang slalu mendikte jiwa-jiwa sepi
atau bahkan fobia-fobia dunia
yang berputar dalam jentera kehidupan
dia, takkan lapuk oleh panas, hujan dan angin
atau mungkin
gigitan beribu-ribu makhluk bergerigi
akan slalu hadir memenuhi udara-udara
berbagai warna
berjajar bagai barisan lagonder
yang siap menyerang
dan menghidupkan...
Kemerdekaan
Semarang, 23 Desember 2005

aku suka puisi ini...tapi agak rancuh sama judulnya.kalau isi puisinya dalam sekali dan bermakna,diksinya lembut,dari bait satu dengan yang lainya saling terkait...udah bagus kok...gali terus...kemampuanmu...horas bah!hehehe...
BalasHapusmakasih...aku emang agak lemah di pembuatan judul..ya gitu, kadang malah rancu ama isinya.. hehe..makasih commentnya..
BalasHapus